Rabu, 16 Maret 2016

Biaya Renovasi Rumah Mahal? Ini Cara Dapat Dananya

CILEUNGSI, KOMPAS.com - Biaya Renovasi rumah sama mahalnya dengan membangun rumah. Sayangnya banyak di antara kita hanya sanggup membeli rumah, namun terseok-seok manakala rumah sudah waktunya direnovasi.

Saat ini hampir sebagian besar pembelian rumah dilakukan dengan cara KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dengan masa angsuran paling umum antara 10-15 tahun. Dengan kondisi seperti itu bisa diprediksi kualitas bangunan hanya bertahan 7-10 tahun.

Artinya setelah anda menempati rumah tersebut selama 7-10 tahun maka rumah anda sudah waktunya di renovasi.

Masalahnya, masalah itu sering muncul pada saat angsuran KPR Anda juga belum lunas. Nah, kondisi seperti ini membuat anda perlu menyimak detil ulasan sumber dana renovasi berikut ini, supaya anda tidak hanya melongo saat melihat kusen atau genting rumah sudah mulai keropos dimakan usia.

1.    Gunakan Kredit Renovasi Rumah (Refinancing)
Solusi ini hanya bisa dilakukan jika Anda punya sertifikat lebih dari satu. Biasanya bank akan memberikan pinjaman hingga 80 persen dari harga taksiran rumah. Kelebihannya bunga yang ditawarkan relatif rendah bahkan sebagian bank bahkan bekerjasama dengan produsen semen untuk membuat program layanan pembiayaan renovasi rumah.

Proses refinancing harus melampirkan KTP, Kartu Keluarga, NPWP, dan slip gaji (bagi pegawai atau karyawan). Untuk mendukung proses analis kredit, bank akan meminta anda melampirkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) renovasi rumah, Sertifikat Hak Milik (SHM) serta Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

2.    Manfaatkan Kredit Renovasi BPJS Ketenagakerjaan
Kredit renovasi ini menawarkan bunga rendah dibawah kredit renovasi bank. Syarat memanfaatkan kredit renovasi adalah karyawan sudah menjadi peserta minimal 5 tahun. Jaminannya saldo rekening BPJS ketenagakerjaan peserta. Prosesnya mudah, Anda tinggal datang ke kantor BPJS ketenagakerjaan terdekat dan ikuti semua prosedur yang berlaku.

3.    Manfaatkan Fasilitas Top Up Kredit untuk Biaya Renovasi
Solusi ini bisa dimanfaatkan oleh nasabah bank yang belum lunas KPR namun butuh biaya renovasi. Syaratnya nasabah harus sudah melewati separuh dari masa kredit dan mempunyai riwayat kredit yang baik.

Proses Top Up adalah KPR awal Anda akan ditutup dan Anda akan mempunyai kredit baru. Selisih dana plafon pinjaman Anda setelah dikurangi sisa KPR sebelumnya inilah yang bisa dimanfaatkan untuk renovasi rumah.

Kelemahannya pencairan dana cukup lama, bisa mencapai 1 bulan dan biayanya cukup besar, yaitu biaya provisi, biaya administrasi, biaya premi asuransi, biaya taksasi agunan, dan biaya notaris.

4.    Lakukan Over Kredit KPR
Selain Top Up, persaingan bunga KPR antar bank memungkinkan Anda memilih bank dengan bunga terbaik. Anda bisa mengalihkan KPR anda (take over) ke bank lain, dengan manfaat selisih plafon kredit dengan sisa pinjaman dapat Anda gunakan untuk biaya renovasi. Prosesnya mirip dengan Top Up namun beda bank.

5.    Gunakan Kredit Tanpa Agunan (KTA).
Sebenarnya KTA hanya cocok untuk dana darurat karena bunganya relatif mahal, bisa sampai 3 persen flat per bulan. Keunggulan produk ini yaitu dapat menyediakan dana hingga Rp 200 juta, dan prosesnya pun terbilang cepat sekitar 1-2 minggu, bahkan ada yang cuma 2-3 hari tanpa jaminan.

Sebaiknya KTA ini hanya untuk renovasi minor, dan dengan waktu pengerjaan yang singkat, atau Anda membutuhkan dana tambahan akibat kenaikan biaya konstruksi di tengah proyek.

6.    Gunakan Sistem Pembayaran Borongan atau Harian
Secara umum, masyarakat mengenal 2 sistem renovasi yang dilakukan oleh tukang yaitu borongan dan harian. Sistem borongan banyak digunakan oleh kontraktor bangunan. Jika anda pemain baru dan mengetahui secara pasti apa yang akan direnovasi, sebaiknya lakukan sistem harian. Lain halnya jika anda yakin dan sudah mengetahui konsep renovasi rumah secara matang, maka lebih baik kita menggunakan sistem borongan.

7.    Pilih Waktu yang Tepat
Waktu renovasi bisa menunjang efisiensi biaya renovasi. Saat musim penghujan seharusnya jangan melakukan renovasi karena pada musim ini tukang yang mengerjakan dapat menemui kesulitan. Di samping itu, hasil renovasi juga akan cepat rusak saat musim hujan. Karena itu, disarankan untuk melakukan renovasi di musim panas saja.

Jadi, Mau Pilih Cara yang Mana?

Sekarang tinggal Anda sendiri mau menggunakan cara yang mana. Tapi ingat, setiap cara memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Jadi, pelajari dulu setiap kemungkinan yang bisa muncul, dan sesuaikan dengan kebutuhan dan keuangan Anda sendiri.

Kamis, 10 Maret 2016

Cara Membaca Brosur Developer Agar Tak Terkecoh

RumahCom – Umumnya, calon pembeli yang hendak membeli hunian baru akan mencari informasi selengkap-lengkapnya. Mulai dari perbandingan lokasi, harga, sampai dengan fasilitas yang tersedia di sekitarnya. Salah satu cara paling lazim dilakukan ketika hendak berburu proyek residensial baru seperti apartemen atau perumahan adalah melalui brosur.
Media cetak atau online yang berupa soft copy ini memang paling praktis menjelaskan sebuah produk. Brosur bisa dalam bentuk cetak kertas atau file digital untuk disebarkan di internet. Brosur yang bagus tentu akan lebih menarik pembaca untuk melakukan pembelian.
Sayangnya, media promosi yang satu ini sering menawarkan bahasa marketing yang kerap kali mengecoh. Nah, agar Anda memahami cara membaca brosur yang benar, berikut ini beberapa hal yang bisa Anda perhatikan.



 Contoh Flyer

  1. Promo Uang Muka
Ada banyak strategi pemasaran yang ditawarkan oleh developer untuk menarik konsumen dalam membeli rumah atau apartemen baru. Salah satunya ialah dengan menawarkan keringanan dalam membayar uang muka. Seperti yang telah diketahui, sebelum mengajukan KPR, pembeli wajib menyerahkan uang muka sekitar 20 sampai dengan 30 persen.
Untuk meringankan bobot pembayaran tersebut, pengembang sering menawarkan promo uang muka mulai dari 10 persen sampai dengan promo “tanpa DP”. Dalam memahami skema keringanan uang muka ini, Anda harus bertanya langsung dengan bagian staf marketing. Terlebih untuk promo tanpa DP. Bentuk promosi seperti ini terbilang jarang ditemukan dan memerlukan beberapa syarat tertentu.
  1. Memahami NUP
Mungkin beberapa dari Anda masih asing dengan kata NUP (Nomor Urut Pembelian) yang sering dicantumkan pada headline brosur. NUP adalah urutan pembelian yang didapat dari pembeli potensial dengan membayar sejumlah uang. Biasanya, seminggu atau tiga hari menjelang peluncuran, pembeli potensial sudah mendapatkan NUP tersebut.
Berbeda dengan booking fee, NUP biasanya bersifat refundable atau bisa dikembalikan jika batal membeli. Jumlahnya juga ringan mulai dari Rp1 juta sesuai dengan kebijakan pengembang. Nah, nominal yang ringan ini sering menjadi iming-iming yang ditampilkan dengan ukuran font besar di bagian brosur. Seperti contoh tagline “Bayar 1 juta dapat apartemen Rp250juta.”
  1. Cicilan dan Harga
Banderol angka yang berkaitan dengan harga dan cicilan seringkali mengecoh calon pembeli. Hal pertama yang harus Anda waspadai adalah penulisan kata berakhiran –an yang menjelaskan nominal harga. Semisal “Apartemen strategis harga Rp200 jutaan”, atau “Cicilan perbulan hanya Rp2 jutaan.” Faktanya, apartemen tersebut bisa jadi memiliki harga Rp295 juta atau cicilan perbulannya mencapai Rp2,9 juta. Walaupun terkesan mengecoh, Anda tidak bisa menyalahkan pengembang karena imbuhan berakhiran –an memang bermaksud untuk menjelaskan kisaran angka yang tidak spesifik.
  1. Kritis Soal Lokasi
Semua orang tentu mencari lokasi strategis ketika hendak membeli properti. Untuk itu, pengembang sering mencantumkan jarak tempuh yang kurang akurat demi menarik perhatian konsumen. Sebagai contoh, jika terdapat tulisan “Hanya 5 menit dari pintu tol”, maka Anda harus melakukan double check untuk memastikan kebenarannya.
Pelajari apakah daerah tersebut kerap mengalami kepadatan lalu lintas di jam-jam sibuk, atau selalu lengang dan lancar? Jika tidak memungkinkan untuk datang ke lokasi atau bertanya kepada warga lokal di sekitarnya, Anda juga bisa mengecek jarak dan waktu tempuh melalui Google Maps.



 TRP Tahap Awal Blok C
  1. Jangan Mudah Percaya
Sebagai salah satu alat pemasaran, brosur tidak menjelaskan banyak hal yang terperinci. Beberapa diantaranya ada yang mencantumkan promo atau gratis namun luput dari penjelasan syarat dan ketentuan.
Ilustrasi artistik juga tidak selalu persis dengan aslinya. Oleh karena itu, sebelum kecewa, ada baiknya Anda aktif bertanya kepada staf bagian pemasaran secara langsung. Jika tertera jaminan ROI (Return of Investment) atau kembali modal, Anda juga perlu meminta perhitungan yang rinci.

Selasa, 23 Februari 2016

Ini Yang Harus Anda Lakukan Setelah Beli Rumah Subsidi

di kutip dari rumah.com
Sebagai informasi, di tahun 2016, bandrol harga rumah subsidi maksimal Rp133.500.000 (Untuk kawasan Jabodetabek). Dengan harga yang murah tersebut, maka tak heran jika kualitas bangunannya terbatas. Oleh karena itu, setelah proses pembiayaan KPR rumah subsidi selesai, ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan.
 
Denah Rumah Tipe 60
  1. Rumah subsidi rata-rata hanya menawarkan tipe rumah yang mungil. Untuk luas bangunan, mulai dari 21 sampai 36 meter persegi. Sementara luas tanahnya sekitar 60 sampai 72 meter persegi. Rata-rata rumah subsidi hanya memiliki dua kamar tidur dan satu kamar mandi. Dengan kapasitas ini, rumah subsidi hanya cukup untuk keluarga kecil dengan satu anak.
  2. Usahakan membeli rumah subsidi yang masih dalam tahap pembangunan. Dengan begitu Anda bisa melakukan kustomisasi sesuai dengan selera. Mulai dari tata ruang, sampai dengan material pilihan. Soal waktu pembuatan, Anda tak perlu khawatir karena pembangunan rumah subsidi relatif cepat, rata-rata selesai dalam jangka waktu setahun.
  3. Umumnya rumah subsidi memang dirancang sedemikian rupa agar mudah direnovasi, maka dari itu jangan heran kalau bangunannya terkesan ringkih. Persiapkan biaya ekstra untuk renovasi, mulai dari membangun dapur, menambah luas bangunan, sampai dengan membayar tukang. Kustomisasi lebih baik dilakukan saat proses pembangunan masih berlangsung.
  4. Ketika membeli rumah subsidi, jangan ragu menanyakan kepada pengembang mengenai fasilitas pendukung seperti air dan listrik. Pada umumnya klaster rumah subsidi sengaja dibuat berdiri dahulu sebelum dilengkapi oleh fasilitas pendukung. Pastikan pengembang sudah menyiapkan jaringan listrik dan air.
  5. Perhatikan kualitas bahan pendukung seperti pipa dan septic tank. Pada umumnya rumah subsidi akan memakai bahan borongan dengan kualitas standar untuk material pendukung. Berbeda halnya dengan rumah non-subsidi.
  6. Anda memiliki garansi dari pengembang yang berlaku selama 100 hari semenjak Anda resmi akad kredit. Manfaatkan rentang waktu tersebut untuk mengecek secara seksama kondisi rumah subsidi. Misalnya ada genting yang pecah, keramik yang retak, atau saluran air mampet, Anda bisa mengisi formulir dan akan diperbaiki langsung oleh pengembang.
  7. Biaya total yang Anda bayar ketika selesai akad kredit sudah termasuk dengan biaya asuransi. Jadi, jika di tengah jalan menyicil Anda meninggal dunia, maka rumah tersebut langsung lunas dan menjadi kepemilikan ahli waris.
Terima kasih sudah mengunjungi blog ini -MB-

Rabu, 17 Februari 2016

Cileungsi Bogor Waspadai Eksodus Pekerja Seks Kalijodo

Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten Bogor berencana akan melakukan patroli dan razia di Parung, Limusnunggal (Cileungsi) , Cisarua-Puncak, beberapa pekan ke depan. Hal tersebut dilakukan guna mencegah kedatangan (eksodus) para pekerja seks komersial dalam rencana penutupan kawasan prostitusi di Kalijodo, Jakarta Utara.



Hal tersebut dikatakan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, Luthfi Syam, Rabu (17/2). Ia menjelaskan bahwa beberapa bulan ke depan, Satpol PP akan melakukan patroli dan razia di beberapa wilayah zona merah prostitusi di Bogor.

"Zona yang kami lakukan razia dan patroli di Parung, Limusnunggal (Cileungsi), dan Cisarua-Puncak. Hal tersebut untuk mencegah eksodus pekerja seks rencana penutupan wilayah prostiusi di Kalijodo, Jakarta," katanya.
Menurut Luthfi, pemantauan di lokasi tersebut akan dilakukan seminggu dua kali dengan mengerahkan 60 personel Pol PP untuk memeriksa data kependudukan serta tes kesehatan. "Kami akan memeriksa identitas kependudukan bagi pendatang yang mengontrak/sewa serta tes kesehatan di wilayah tersebut," paparnya.
Luthfi juga meyakinkan bahwa tiga wilayah, Limusnunggal (Cileungsi), Parung dan Cisarua-Puncak terbebas dari usaha legal prostitusi. Namun demikian, ia tidak menampik masih adanya pekerja seks yang beroperasi secara sembunyi-sembunyi.
Dia menegaskan, di wilayah Kabupaten Bogor tidak ada lokasi lokalisasi prostitusi. Artinya, dengan demikian, kata Luthfi, jika terdapat kawasan yang menggelar aktivitas prostitusi dipastikan ilegal. Penindakan pun akan dilakukan mulai dari razia hingga pembongkaran bangunan seperti yang dilakukan Satpol PP beberapa tahun yang lalu.
Pada bulan Februari 2014 lalu, Pemkab Bogor membongkar puluhan bangunan permanen dan semi permanen di lokalisasi, Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Menurut Luthfi tempat prostitusi ilegal tersebut bisa menampung sekitar ratusan pekerja seks.
Vento Saudale/JAS
BeritaSatu.com

Senin, 01 Februari 2016

CILEUNGSI MENUJU KABUPATEN BOGOR TIMUR

Cileungsi –  Keinginan warga dan sejumlah tokoh masyarakat di Bogor Timur (Botim) memisahkan diri dari Kabupaten Bogor, menjadi target masyarakat yang bergabung dengan Tim Presidium Bogor Timur.
Tim Presidium Pemekaran Botim yang bekerja keras untuk mendapat dukungan dari kepala desa BPD dan masyarakat, dibuktikan dengan Surat Keputusan Musyawarah Desa (SKMD) dari pemerintah desa di 75 desa yang ada di tujuh kecamatan.
Tujuh kecamatan yang meliputi Klapanunggal, Gunungputri, Cileungsi, Jonggol, Cariu, Sukamakmur dan Tanjungsari itu sudah berjalan 90 persen. Hanya tinggal tujuh desa yang belum menyerahkan surat keputusan tersebut.




       Wacana pemekaran Bogor Timur (Botim) yang beberapa waktu lalu tersebar informasinya di masyarakat, kembali terasa suasananya dan dapat dirasakan langsung oleh Panitia Presidium Bogor Timur di Aula Kampus B Muhammadiyah Cileungsi pada hari Ahad (24/1).
Seminar yang diawali dengan sambutan Ketua PCM Cileungsi Bapak H. Hardjani HS ini mengambil judul “Pembekalan Materi Daerah Otonomi Baru, Kordes, Korwil, DPP Presidium Bogor Timur”.
Seminar kemarin juga dihadiri oleh penasehat presidium Beben Suhendar, SH. MM, yang pernah menjabat sebagai Camat Cileungsi. Tampak pula yang hadir Ketua Presidium beserta jajarannya, serta Kepala-kepala Desa atau yang mewakilinya.

Berikut ini maksud dan tujuan diselenggarakannya seminar, dari hand-out yang kami dapatkan dari panitia :

1)  Menyamakan persepsi seluruh pengurus Presidium dari tingkat Pusat, Korwil, dan sampai dengan tingkat Desa. Dalam proses memperjuangkan Pemerintah Daerah Otonomi Baru (DOB) Bogor Timur, tahapan-tahapannya berikut dasar-dasar hukumnya.
2) Mengkonsolidasikan pentingnya memperjuangkan Daerah Otonomi Baru (DOB) Bogor Timur kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya di Wilayah Bogor Timur.
2.1. Menghapus rentang kendali (jarak & waktu) dalam administrasi Pemerintahan (efektivitas pelayanan publik)
2.2. Percepatan pembangunan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat Bogor Timur.
2.3. Melestarikan dan mengangkat budaya khas Bogor Timur.
3) Diharapkan Korwil dan Kordes membuat SEKRETARIAT / POSKO perjuangan pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) di Kecamatan atau Desa masing-masing sebagai sentral informasi bagi masyarakat, bisa di rumah pengurus atau berkoordinasi dengan Camat atau Kades di Wilayah masing-masing.
4) Diharapkan seluruh pengurus dan aktivis Presidium dapat menjawab dan memberikan penjelasan kepada masyarakat atas pertanyaan-pertanyaan tentang Daerah Otonomi Baru Bogor Timur baik pemahaman maupun perkembangan terkini.

20160124-seminar-presidium-Bogor-Timur-foto-KP-001.jpg

Selasa, 05 Januari 2016

Kebangkitan Setelah Dua Dekade Cibubur dan Cileungsi

OKEZONE.COM – Cibubur pernah menjadi kawasan hunian favorit, lantaran hawanya yang segar dan pemandangannya yang masih alami. Namun, belakangan tak sedikit orang merasa Cibubur sudah tak layak lagi menjadi hunian ideal, karena daerah ini merupakan biang kemacetan.
Sebagai ilustrasi, di jam sibuk, dari pintu tol Cibubur menuju Kota Wisata bisa menyita waktu hingga dua jam! Menurut Teuku Faizal, Manager Central Plus, perusahaan broker lokal yang berlokasi di kawasan Cibubur, masalah macet relatif.
“Bekasi, Serpong, apalagi Jakarta, juga macet. Yang menjadi permasalahan, di Cibubur saat ini belum ada sarana angkutan umum selain bus dan mobil angkutan kota,” jelas Faizal.
Kendati macet, dia mengaku penjualan properti di Cibubur selama 2015 lalu tidak lantas sepi. Peminat selalu ada, terutama yang membeli kavling dan menyewa rumah. Akan tetapi lantaran macet, konsumen memilih perumahan yang lebih dekat dengan akses tol dengan harga Rp800 juta - Rp1,5 miliar.
“Perumahan paling prospektif di Cibubur berada di CitraGran sampai ke depan (mendekati pintu tol Cibubur), seperti Bukit Sriwedari, Raffles Hills, Cibubur Residence dan lain-lain. Sementara Kota Wisata dan Legenda Wisata (yang lebih jauh dari pintu tol) tidak terlalu banyak peminat,” imbuh Faizal.
Sementara itu, Bita Raharti, Branch Manager Era Star Cibubur mengatakan, selama 2015 perumahan di Cibubur yang paling banyak diminati adalah CitraGran. Alasannya, proyek besutan Grup Ciputra ini memiliki akses ke Jalan Leuwinanggung menuju tol Cimanggis, serta mempunyai fasilitas lengkap, seperti mal dan hotel.
“CitraGran sangat potensial karena diminati penyewa rumah asal Korea. Biasanya rumah yang dicari di Citra Gran berkisar Rp1,5 miliar hingga Rp3 miliar,” tambah Bita.


 Metmall Cileungsi

Tahun Kebangkitan Cibubur dan Cileungsi
Melihat arah pembangunan infrastruktur, banyak pihak memprediksi properti di Cibubur dan sekitarnya akan kembali bangkit di 2017. Pasalnya, pembangunan LRT (light rail transit) yang menghubungkan Cibubur-Cawang tengah dikerjakan dan ditargetkan rampung di 2017.
Selain infratsruktur seperti LRT, imbuh Faizal, melalui Jalan Leuwinanggung, Cibubur juga akan memiliki akses tol baru yang terhubung dengan tol Cijago dan JORR 2 yang dapat mengakses Cibitung. Akses tol Cikeas pun akan dibuka dari dan menuju Bogor (sebelumnya hanya dari dan menuju Jakarta), menyusul selesainya masalah pembebasan tanah di dekat perumahan Bukit Golf Riverside.
“Proyek ini akan dimulai pada 2016 dimulai dan di 2017 properti di Cibubur bakal booming lagi. Dan ini akan berimbas pula pada kawasan Cileungsi dan Cimanggis,” tutur Faizal.
Infrastruktur yang membaik di kawasan ini pun membawa berkah bagi daerah Cimanggis. Hal ini terlihat terutama di sekitar exit tol Cimanggis yang mulai berbenah diri.
Bahkan pengembang besar macam Agung Podomoro Land sudah menancapkan kuku di sana. Di atas lahan sekitar 80 hektar, perusahaan besutan Trihatma Kusuma Haliman ini tengah memasarkan 25 menara apartemen Podomoro Golf View (PGV) dengan total 37.000 unit hunian.
Proyek ini digadang sebagai kota mandiri dengan fasilitas lengkap, antara lain area komersial, outlet, pasar modern, pusat ibadah, serta rencana pengembangan pusat pendidikan di sebelah PGV.
“Apartemen Podomoro Golf View ditawarkan dengan harga mulai Rp198 juta. Karena lokasinya yang berada di dekat stasiun LRT dan exit tol Cimanggis, penjualan proyek ini sangat baik. Kami bahkan pernah memasarkan 40 unit apartemen ini dalam satu hari,” ungkap Bita panjang lebar.
Cileungsi Pun akan menyusul menjadi kawasan property baru karna tahun ini Mall Lifestyle pertama di Cileungsi Akan buka sekitar bulan Mei 2016 yakni Metropolitan Mall Cileungsi yang di kembangkan oleh Metland Group, Mall yang di design oleh arsitek Amerika dan menyasar kaum menengah Cileungsi ini akan menjadi pusat gaya hidup dan mendongkrak penjualan property di Cileungsi, ditambah lagi akan hadirnya Apartemen pertamadi kawasan Metland Transyogi Cileungsi ini.

 Kampung Cina Kota Wisata
Dua Dekade
Di medio 1990-an, Cibubur merupakan kawasan fenomenal yang menjadi favorit tempat tinggal di Timur Jakarta. Cibubur mulai berkembang sejak 1997 silam, saat ada wacana pembangunan Ibu Kota Negara di kawasan Jonggol.
Infrastruktur jalan menuju Jonggol pun dibenahi. Dan sudah menjadi keniscayaan dimana perkembangan properti mengikuti pembangunan infrastruktur, pengembangan hunian pun menjamur di sepanjang jalan Transyogi (Jalan Alternatif Cibubur).
Perumahan yang bisa disebut sebagai pionir di Cibubur adalah Kota Wisata dan Legenda Wisata (SinarmasLand) serta Citra Gran (Grup Ciputra). Setelah ketiga perumahan ini, Cibubur pun dibanjiri pasokan rumah yang menyebar hingga Cileungsi, Cimangggis, Gunung Putri, dan Jonggol.
Lantas, akankah 2017 menjadi tahun kebangkitan Cibubur setelah dua dekade? Kita lihat saja tahun depan.

Senin, 21 Desember 2015

Perkembangan Bogor Timur: Cileungsi Termaju, Sukamakmur Termiskin


POJOKJABAR.com, BOGOR – Pemekaran Bogor Timur masih menjadi perbincangan hangat masyarakat wilayah timur Kabupaten Bogor. Mulai dari masyarakat menengah bawah, elit politik, hingga para pengusaha. Salah satu yang sering diperbincangkan yakni tumbuh kebang Bogor Timur.
Sebab, perkembangan di wilayah timur ini masih tumpang tindih. Ada yang berkembang dengan pesat, ada pula yang tertinggal jauh. Dari delapan kecamatan, ada tiga kecamatan yang bertolak belakang. Yakni Kecamatan Cileungsi, Sukamakmur, dan Tanjungsari.
Tiga kecamatan ini sangat jelas tumpang tindihnya. Kecamatan Tanjungsari yang paling tertinggal dan Kecamatan Sukamakmur, paling miskin. Sementara Kecamatan Cileungsi paling cepat perkembangannya.
grafis perkembangan bogor timur
Grafis : Hartadi / Radar Bogor.
Di Kecamatan Tanjungsari, masih ditemukan warga yang hidup tanpa listrik. Jauh tertinggal dengan Kecamatan Cileungsi yang kini menjadi primadona para  pengembang maupun ritel.
Pemerintah Kecamatan Tanjungsari mencatat 2.568 kepala keluarga (KK) hidup miskin. Sementara, ada tiga dusun belum berlistrik. Meski masih ada 1058 rumah tidak layak huni (RTLH) di Kecamatan Cileungsi, namun perumahan elit kini terus menjamur.
Selain itu, tidak susah mendapatkan restoran dan tempat hiburan di Kecamatan Cileungsi. Bahkan dalam waktu dekat, dua mal raksasa akan hadir di Cileungsi.
Satu mal dalam tahap pembangunan, satu mal dalam tahap perencanaan. Tumpang tindih pun terlihat dari pendapatan masyarakatnya. Di Kecamatan Tanjungsari, masih ada warga yang hanya berpenghasilan Rp5000 per hari.
Sementara di Kecamatan Cileungsi, pendapatan warga minimal Rp50 ribu per hari. Tidak sedikit pula warga Cileungsi berpenghasilan hingga Rp1 juta per hari.
Selain itu, Cileungsi merupakan kasawan industri. Sedangkan di Tanjungsari, hanya ada penambang pasir dan batu split. Itupun warganya hanya sebagai kuli yang upahnya tidak menentu.
Tidak hanya itu, tingginya urbanisasi di Kecamatan Cileungsi membuat profek bisnis properti semakin menjajikan. Pendatang dari Jakarta dan Bekasi mulai menyaingi polulasi penduduk Cileungsi.
Selain itu, pendatang dari Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur pun meningkat. Tingginya jumlah pendatang ini dibenarkan Camat Cileungsi, Ade Yana Mulyana.
“Ada 45 persen pendatang di Kecamatan Cileungsi,” ujarnya kepada Radar Bogor.
Para pendatang ini umumnya tinggal di 15 perumahan di Cileungsi.
“Pendatang biasanya tinggal di perumahan, kalau penduduk asli di desa-desa,” katanya.
Peluang itu yang membuat pengembang berbondong-bondong membangun perumahan di Cileungsi. Padatnya jumlah penduduk di Cileungsi, membuat pengembang raksasa membangun apartemant.
“Cileungsi-Jonggol menjadi lahan investasi menjanjikan. Tidak menutup kemungkinan, di Cileungsi dibangun gedung pencakar langit,”