Senin, 01 Agustus 2016

MENYESAL

     Menyesal, Begitulah Kata yang keluar dari mulut seorang teman, menyesal karna dahulu tidak jadi membeli perumahan Taman Ria Persada dikarnakan terlalu memikirkan stigma negative yang berkembang di masyarakat sekitar perumahan Taman Ria Persada dahulu. Sebutan Vila Pocong yang beredar dimasyarakat dikarnakan perumahan tersebut dekat dengan pemakaman umum, Menyesal karna perumahan ini dahulu menjual tanpa menggunakan DP namun tak dibeli, bandingan dengan DP sekarang. Menyesal karna perumahan ini kini dekat sekali dengan Metropolitan Mall Cileungsi yang mulai beroperasi 3 Mei 2016 lalu.

jarak dari TRP ke Metmall



 Investasi terkadang butuh intuisi, kita tidak bisa melihat suatu daerah dari hari itu saja, butuh pandangan 5 tahun kedepan apa yang akan berubah dari daerah itu kedepannya. Apa yang akan dibangun 5 tahun kedepan, Fasilitas apa yang akan tumbuh. coba lihat beberapa daerah 5-10 tahun kebelakang, Sumarecon Bekasi 5 tahun daerah apa? tak lain dulu adalah daerah rawa rawa, Pantai Indah Kapuk Tahun dahulu daerah apa? tak lain adalah tambak udang dan hutan magrove. kini kedua daerah tersebut menjadi kawasan yang hidup dengan geliat perekonomian. lihatlah 5 atau 10 tahun kedepan kawan.




Jalan Masuk Menuju TRP dari Alternative Cibubur


Jalur Pintas Ke Cibubur Lewat Bukaka

Alternative Cibubur


            kini pemerintah menetapkan harga rumah subsidi di sekitar angka Rp. 133.000.000 an , tentu angka ini naik dari harga sebelumnya Taman Ria Persada yang hanya di bawah 100 juta Rupiah, dalam waktu 2 tahun kenaikan harga bisa mencapai 38 juta Rupiah,  saat ini Blok A2 untuk DP dan biaya biaya total sekitar 36 jutaan rupiah yang harus dibayar,  bandingkan blok C yang tahap awal pembangunannya bebas Dp dan hanya dikenakan biaya pengurusan saja. Kini seorang teman menunggu pembangunan Taman Ria Persada tahap 2 di mulai dari blok E, yang tahap pengerjaanya di mulai sehabis Idul Adha 2016 ini, dengan ukuran yang lebih kecil dari TRP tahap pertama, untuk ukuran rumah sekitar 5 x 12 yakni luas 60 meter persegi, untuk harga sendiri Tahap 2 belum keluar ( masih dalam tahap pengkajian). 

Rabu, 01 Juni 2016

Presidium Pemekaran Bogor Timur Hari Ini Gelar Doa Bersama di Kantor BAPPEDA

Cileungsi – bogoronline.com – Meskipun banyak menemui batu sandungan, tetapi perjuangan masyarakat Kabupaten Bogor wilayah timur tidak pernah putus asa untuk terealisasinya daerah otonomi baru (DOB) Bogor Timur.






Salah satu kegigihan masyarakat Bogor timur untuk bisa mekar dari kabupaten Bogor adalah rencana aksi Doa Bersama yang akan digelar di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Rabu (1/6/2016) Hari Ini.
“Kami sudah mengundang Pimpinan Ormas ,LSM, Yayasan, Tokoh dan Masyarakat Bogor Timur untuk ikut dalam aksi solidaritas / doa bersama bentuk dukungan masyarakat Bogor Timur kepada kepala BAPPEDA untuk Memasukkan point Pemekaran Kab. Bogor Timur dalam draft perubahan RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) bulan juni 2016 ini untuk disampaikan ke DPRD,” ujar Ketua Umum Presidium Bogor Timur, Al Hafiz Rana, melalui pesan tertulisnya kepada bogoronline.com, Selasa (31/5/2016) Kemarin.
Al Hafiz menambahkan, Titik kumpul mereka yang akan ambil ikut dalam aksi ini di Metland Transyogi Cileungsi start pkl 09:00. Sedangkan Acara rencananya akan digelar pukul 10.00 di halaman kator BAPPEDA komplek pemda Bogor, Rabu 1 juni 2016 / Hari ini.
“Dengan Estimasi massa sekitar 2000 orang, kami juga sudah menghimbau kepada mereka agar tidak mengganggu ketertiban umum,” tutup AL Hafiz. (Aldi)

Rabu, 25 Mei 2016

Kawasan Strategis Yang Kian Menggoda Itulah Cileungsi

     Geliat pembangunan properti di kawasan Jabodetabek terus berlanjut. Setelah sebelumnya wilayah BSD, Tangerang Selatan berkembang pesat, kini muncul beberapa daerah penyangga yang dinilai sangat potensial untuk digarap.

     Salah satunya adalah Cileungsi, kecamatan yang masuk dalam kabupaten Bogor, Jawa Barat ini terbagi menjadi 12 desa. Dulunya area ini dikenal sebagai kawasan industri, namun kini pamornya pun berubah seiring munculnya berbagai kantong perumahan baru.


 Taman Ria Persada Cileungsi Blok A1

     Bisa dibilang, lokasi Cileungsi ini cukup strategis, karena diapit oleh beberapa daerah seperti Jakarta, Bogor dan Bekasi. Jarak tempuh untuk menuju ke beberapa daerah tersebut juga tidaklah jauh. Contohnya untuk menuju Jakarta yang hanya membutuhkan waktu perjalanan selama 40 menit, begitu juga untuk menuju Bekasi yang bisa dilalui melalui Jalan Raya Narogong dalam waktu hitungan menit.

     Karena potensi yang ada, tak heran Cileungsi saat ini menjadi salah satu daerah yang diincar oleh para pengembang, mulai dari skala kota mandiri sampai Town House yang hanya beberapa unit rumah saja kini hadir di Cileungsi. Untuk skala kota mandiri, dimana di sana disediakan berbagai fasilitas publik, seperti mall, rumah sakit, office building, hotel, area komersil, pusat pendidikan, tempat olahraga hingga pusat hiburan.


Metropolitan Mall Cileungsi (Pembukaan Tanggal 5 Mei 2016)


     Cileungsi merupakan daerah yang sangat potensial untuk dibangun, karena selain lokasinya yang strategis, daerah ini juga memiliki akses jalan yang baik untuk dilalui.“Karena itulah setiap tahunnya terjadi pertumbuhan harga tanah di Cileungsi sekitar 20 persen, perkembangan daerah Cileungsi 5 tahun belakangan ini memang tumbuh begitu pesat, padahal dahulu masyarakat hanya memahami area ini sebagai kawasan industri, namun sekarang persepsi itu pun perlahan sirna ketika munculnya berbagai perumahan yang menawarkan beragam fasilitas menarik. Keberadaan perumahan di Cileungsi ini juga bisa dijadikan pilihan yang menarik, karena harga rumah di Jakarta saat ini sudah sangat mahal.

Selasa, 19 April 2016

Keuntungan Mencicil Rumah Sejak Dini

okezone.com Cileungsi - Apakah Anda saat ini sedang menabung untuk membeli rumah idaman? Jika iya, kira-kira akan berapa lama Anda menabung hingga rumah idaman terbeli?
Jika Anda saat ini sedang menabung dengan tujuan membeli rumah, mengapa tidak mencoba untuk meminjam cicilan saja dari bank? Pertanyaan ini, tidak bermaksud membuat goyah cita-cita Anda untuk beli rumah loh.
Sebelumnya, upaya Anda untuk menyisihkan penghasilan setiap bulan untuk membeli rumah harus ‘diacungi jempol’. Karena tidak semua orang berani untuk bersabar menahan godaan setiap bulan, sembari mengharap rumah impian menjadi kenyataan.
Untuk memiliki rumah, mengajukan cicilan ke bank dianggap lebih praktis ketimbang menabung. Alasan utamanya adalah tidak kewajiban yang mengikat, yang membuat Anda rutin menabung. Tabungan juga bisa Anda ambil kembali dengan mudah sebelum waktunya.
Saat Anda menabung, tidak sedikit godaan menghampiri. Diskon akhir tahun, barang koleksi idaman yang tiba-tiba muncul di situs belanja online, promo travelling yang menggiurkan. Wow, Anda harus benar-benar ‘kuat iman’ untuk menolak godaan mengambil tabungan yang sudah terkumpul.
Alasan lainnya, harga rumah mengalami kenaikan setiap tahun, seringkali melebihi tingkat inflasi. Hal ini membuat Anda harus terus meningkatkan setoran tabungan Anda agar tetap bisa mencapai harga rumah idaman pada saatnya nanti. Berbeda dengan menabung, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mewajibkan Anda untuk menyetor setiap bulannya. Jika tidak, akan ada penalti yang harus Anda tanggung.
Bunga cicilan KPR biasanya flat selama beberapa tahun, setelah itu fluktuatif, menyesuaikan inflasi dan kondisi ekonomi nasional. Memang sekilas terasa memberatkan karena semakin lama cicilan rumah semakin tinggi.
Solusinya, Anda bisa pintar-pintar memilih bank dengan tawaran bunga rendah dan periode bunga flat terpanjang.
Anda juga bisa memilih tawaran KPR dengan sistem syariah. Pembiayan rumah dengan sistem syariah biasanya memiliki cicilan yang lebih tinggi ketimbang KPR konvensional.
Namun, cicilan ini bersifat tetap sampai lunas, sehingga Anda bisa memprediksi besarnya keperluan finansial Anda.
Hal lain, yang menjadi keuntungan yang dapat Anda terima jika mengajukan pinjaman sejak dini adalah:
1. Harga masih murah
Definisi murah di sini mengacu pada waktu. Sampai saat ini, harga rumah selalu naik, setidaknya menyesuaikan inflasi.
Dengan demikian, harga rumah yang harus Anda bayar jika mencicil sekarang bisa dipastikan akan lebih murah jika dibandingkan saat Anda membelinya beberapa tahun ke depan, setelah tabungan Anda terkumpul.
2. Angsuran masih rendah
Dengan harga rumah yang masih murah, maka angsuran bulanan pun masih rendah. Anda hanya perlu menyiapkan uang muka/DP untuk pembelian.
3. Dilindungi asuransi
Berbeda dengan membeli secara tunai, membeli rumah secara KPR biasanya langsung diserti premi asuransi kebakaran dan asuransi jiwa.
Dengan demikian, jika selama masa cicilan terjadi musibah kebakaran, pihak asuransi akan menanggung biaya perbaikan rumah (tanpa perabot di dalamnya).
Selain itu, jika selama periode cicilan sang pembeli rumah meninggal dunia, cicilan akan ditanggung oleh pihak asuransi. Dengan demikian, almarhum tidak akan membebani keluarga yang ditinggalkan dengan hutang cicilan.
4. Jangka waktu leluasa
Semakin muda usia Anda mengambil KPR, semakin besar pula mendapat jangka waktu cicilan yang panjang, sehingga jumlah cicilan akan lebih kecil.
Pihak pemberi KPR biasanya memberi jangka waktu cicilan maksimal hingga usia pensiun (usia 55 tahun).
Jika Anda saat ini berusia 25 tahun, maka Anda bisa menikmati KPR dengan jangka waktu 15 tahun atau 20 tahun. Bila Anda baru mengajukan KPR di usia 50 tahun, maka jangka waktu KPR yang dapat diberikan yakni maksimum 5 tahun.
5. Masih masa produktif
Usia muda adalah masa-masa produktif. Secara fisik, Anda masih kuat untuk mencari penghasilan lain di luar gaji.
Bagi Anda pengusaha muda, tentu semangat kerjanya masih terbilang tinggi untuk kemajuan usahanya.
Sebagai catatan penting, pihak bank akan lebih senang memberikan pinjaman kepada golongan muda potensial daripada pengusaha yang sudah tua.
6. Mendapatkan perhitungan secara matang
Bagi pihak bank, memberikan KPR kepada nasabah adalah sebuah wujud pertanggungjawabannya terhadap negara.
Artinya, pihak bank tidak akan memberikan pinjaman secara asal-asalan tanpa analisa. Nasaba yang akan mengajukan KPR akan diperiksa dan dianalisa melalui proses B.I Checking.
Dengan demikian, pihak bank akan mengetahui potensi pemasukan Anda serta kemampuan cicilan Anda secara rinci. Secara tak langsung, ini berarti membantu nasabah untuk mengukur kemampuannya sendiri.

Senin, 11 April 2016

Hindari Kartu Kredit Sebelum Punya Rumah

 Housing-Estate.com, Cileungsi - Properti merupakan produk yang semakin tidak terjangkau oleh sebagian besar orang. Apa pun motifnya, dipakai sendiri atau untuk investasi, harganya semakin menjauh dari struktur penghasilan masyarakat. Kenaikan harga properti tidak sebanding dengan peningkatan pendapatan. Akibatnya menunda lebih lama membeli properti sama saja dengan menghilangkan kesempatan untuk memiliki aset berharga.




"Membeli properti itu harus dimulai dari sekarang, menunggu satu tahun saja harganya pasti sudah beda atau yang bisa dibeli lokasinya semakin jauh. Konsumen harus memanfaatkan kesempatan dari bank dan pengembang yang memberikan banyak kemudahan dan program promosi,” ujar  Christian Reinaldo, financial planner di Jakarta, kepada housing-estate.com di Jakarta, Senin (11/4).
Ia menyebutkan ada sebagian masyarakat untuk membeli properti melakukannya dengan cara menabung. Mereka tidak mau menggunakan kredit bank untuk mengindari bunga. Cara seperti ini tidak banyak menolong kecuali kemampuannya menabung cukup besar sehingga dalam waktu singkat terkumpul dana cukup.
Christian memberikan kiat agar dapat bisa segera memulai membeli atau investasi di sektor properti. Paling sedikit sisihkan 30-40 persen pendapatan bulanan atau gaji. Dana ini langsung disisihkan di depan, jangan mengandalkan  dana yang tersisa karena itu sulit tercapai. Sebelum memulai tahapan ini selesaikan dahulu seluruh utang (bila punya) termasuk utang kartu kredit.
Apabila belum memiliki kartu kredit sebaiknya tunda keinginan untuk memiliki sampai rencana investasi properti terwujud.  Karena sedikit saja ada masalah cicilan kartu kredit dapat dipastikan sulit mendapatkan KPR. Apabila sudah masuk black list Bank Indonesia (BI) untuk membersihkan catatan itu butuh waktu.
“Bereskan dulu utang, jangan main-main sama kartu kredit, setelah itu sesuaikan dengan kemampuan. Kalau sanggupnya membeli di pinggiran, ambil saja karena harganya pasti naik. Seiring peningkatan penghasilan properti tersebut bisa menjadi modal untuk membeli properti yang lain lagi,” pungkasnya.

Rabu, 16 Maret 2016

Biaya Renovasi Rumah Mahal? Ini Cara Dapat Dananya

CILEUNGSI, KOMPAS.com - Biaya Renovasi rumah sama mahalnya dengan membangun rumah. Sayangnya banyak di antara kita hanya sanggup membeli rumah, namun terseok-seok manakala rumah sudah waktunya direnovasi.

Saat ini hampir sebagian besar pembelian rumah dilakukan dengan cara KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dengan masa angsuran paling umum antara 10-15 tahun. Dengan kondisi seperti itu bisa diprediksi kualitas bangunan hanya bertahan 7-10 tahun.

Artinya setelah anda menempati rumah tersebut selama 7-10 tahun maka rumah anda sudah waktunya di renovasi.

Masalahnya, masalah itu sering muncul pada saat angsuran KPR Anda juga belum lunas. Nah, kondisi seperti ini membuat anda perlu menyimak detil ulasan sumber dana renovasi berikut ini, supaya anda tidak hanya melongo saat melihat kusen atau genting rumah sudah mulai keropos dimakan usia.

1.    Gunakan Kredit Renovasi Rumah (Refinancing)
Solusi ini hanya bisa dilakukan jika Anda punya sertifikat lebih dari satu. Biasanya bank akan memberikan pinjaman hingga 80 persen dari harga taksiran rumah. Kelebihannya bunga yang ditawarkan relatif rendah bahkan sebagian bank bahkan bekerjasama dengan produsen semen untuk membuat program layanan pembiayaan renovasi rumah.

Proses refinancing harus melampirkan KTP, Kartu Keluarga, NPWP, dan slip gaji (bagi pegawai atau karyawan). Untuk mendukung proses analis kredit, bank akan meminta anda melampirkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) renovasi rumah, Sertifikat Hak Milik (SHM) serta Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

2.    Manfaatkan Kredit Renovasi BPJS Ketenagakerjaan
Kredit renovasi ini menawarkan bunga rendah dibawah kredit renovasi bank. Syarat memanfaatkan kredit renovasi adalah karyawan sudah menjadi peserta minimal 5 tahun. Jaminannya saldo rekening BPJS ketenagakerjaan peserta. Prosesnya mudah, Anda tinggal datang ke kantor BPJS ketenagakerjaan terdekat dan ikuti semua prosedur yang berlaku.

3.    Manfaatkan Fasilitas Top Up Kredit untuk Biaya Renovasi
Solusi ini bisa dimanfaatkan oleh nasabah bank yang belum lunas KPR namun butuh biaya renovasi. Syaratnya nasabah harus sudah melewati separuh dari masa kredit dan mempunyai riwayat kredit yang baik.

Proses Top Up adalah KPR awal Anda akan ditutup dan Anda akan mempunyai kredit baru. Selisih dana plafon pinjaman Anda setelah dikurangi sisa KPR sebelumnya inilah yang bisa dimanfaatkan untuk renovasi rumah.

Kelemahannya pencairan dana cukup lama, bisa mencapai 1 bulan dan biayanya cukup besar, yaitu biaya provisi, biaya administrasi, biaya premi asuransi, biaya taksasi agunan, dan biaya notaris.

4.    Lakukan Over Kredit KPR
Selain Top Up, persaingan bunga KPR antar bank memungkinkan Anda memilih bank dengan bunga terbaik. Anda bisa mengalihkan KPR anda (take over) ke bank lain, dengan manfaat selisih plafon kredit dengan sisa pinjaman dapat Anda gunakan untuk biaya renovasi. Prosesnya mirip dengan Top Up namun beda bank.

5.    Gunakan Kredit Tanpa Agunan (KTA).
Sebenarnya KTA hanya cocok untuk dana darurat karena bunganya relatif mahal, bisa sampai 3 persen flat per bulan. Keunggulan produk ini yaitu dapat menyediakan dana hingga Rp 200 juta, dan prosesnya pun terbilang cepat sekitar 1-2 minggu, bahkan ada yang cuma 2-3 hari tanpa jaminan.

Sebaiknya KTA ini hanya untuk renovasi minor, dan dengan waktu pengerjaan yang singkat, atau Anda membutuhkan dana tambahan akibat kenaikan biaya konstruksi di tengah proyek.

6.    Gunakan Sistem Pembayaran Borongan atau Harian
Secara umum, masyarakat mengenal 2 sistem renovasi yang dilakukan oleh tukang yaitu borongan dan harian. Sistem borongan banyak digunakan oleh kontraktor bangunan. Jika anda pemain baru dan mengetahui secara pasti apa yang akan direnovasi, sebaiknya lakukan sistem harian. Lain halnya jika anda yakin dan sudah mengetahui konsep renovasi rumah secara matang, maka lebih baik kita menggunakan sistem borongan.

7.    Pilih Waktu yang Tepat
Waktu renovasi bisa menunjang efisiensi biaya renovasi. Saat musim penghujan seharusnya jangan melakukan renovasi karena pada musim ini tukang yang mengerjakan dapat menemui kesulitan. Di samping itu, hasil renovasi juga akan cepat rusak saat musim hujan. Karena itu, disarankan untuk melakukan renovasi di musim panas saja.

Jadi, Mau Pilih Cara yang Mana?

Sekarang tinggal Anda sendiri mau menggunakan cara yang mana. Tapi ingat, setiap cara memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Jadi, pelajari dulu setiap kemungkinan yang bisa muncul, dan sesuaikan dengan kebutuhan dan keuangan Anda sendiri.

Kamis, 10 Maret 2016

Cara Membaca Brosur Developer Agar Tak Terkecoh

RumahCom – Umumnya, calon pembeli yang hendak membeli hunian baru akan mencari informasi selengkap-lengkapnya. Mulai dari perbandingan lokasi, harga, sampai dengan fasilitas yang tersedia di sekitarnya. Salah satu cara paling lazim dilakukan ketika hendak berburu proyek residensial baru seperti apartemen atau perumahan adalah melalui brosur.
Media cetak atau online yang berupa soft copy ini memang paling praktis menjelaskan sebuah produk. Brosur bisa dalam bentuk cetak kertas atau file digital untuk disebarkan di internet. Brosur yang bagus tentu akan lebih menarik pembaca untuk melakukan pembelian.
Sayangnya, media promosi yang satu ini sering menawarkan bahasa marketing yang kerap kali mengecoh. Nah, agar Anda memahami cara membaca brosur yang benar, berikut ini beberapa hal yang bisa Anda perhatikan.



 Contoh Flyer

  1. Promo Uang Muka
Ada banyak strategi pemasaran yang ditawarkan oleh developer untuk menarik konsumen dalam membeli rumah atau apartemen baru. Salah satunya ialah dengan menawarkan keringanan dalam membayar uang muka. Seperti yang telah diketahui, sebelum mengajukan KPR, pembeli wajib menyerahkan uang muka sekitar 20 sampai dengan 30 persen.
Untuk meringankan bobot pembayaran tersebut, pengembang sering menawarkan promo uang muka mulai dari 10 persen sampai dengan promo “tanpa DP”. Dalam memahami skema keringanan uang muka ini, Anda harus bertanya langsung dengan bagian staf marketing. Terlebih untuk promo tanpa DP. Bentuk promosi seperti ini terbilang jarang ditemukan dan memerlukan beberapa syarat tertentu.
  1. Memahami NUP
Mungkin beberapa dari Anda masih asing dengan kata NUP (Nomor Urut Pembelian) yang sering dicantumkan pada headline brosur. NUP adalah urutan pembelian yang didapat dari pembeli potensial dengan membayar sejumlah uang. Biasanya, seminggu atau tiga hari menjelang peluncuran, pembeli potensial sudah mendapatkan NUP tersebut.
Berbeda dengan booking fee, NUP biasanya bersifat refundable atau bisa dikembalikan jika batal membeli. Jumlahnya juga ringan mulai dari Rp1 juta sesuai dengan kebijakan pengembang. Nah, nominal yang ringan ini sering menjadi iming-iming yang ditampilkan dengan ukuran font besar di bagian brosur. Seperti contoh tagline “Bayar 1 juta dapat apartemen Rp250juta.”
  1. Cicilan dan Harga
Banderol angka yang berkaitan dengan harga dan cicilan seringkali mengecoh calon pembeli. Hal pertama yang harus Anda waspadai adalah penulisan kata berakhiran –an yang menjelaskan nominal harga. Semisal “Apartemen strategis harga Rp200 jutaan”, atau “Cicilan perbulan hanya Rp2 jutaan.” Faktanya, apartemen tersebut bisa jadi memiliki harga Rp295 juta atau cicilan perbulannya mencapai Rp2,9 juta. Walaupun terkesan mengecoh, Anda tidak bisa menyalahkan pengembang karena imbuhan berakhiran –an memang bermaksud untuk menjelaskan kisaran angka yang tidak spesifik.
  1. Kritis Soal Lokasi
Semua orang tentu mencari lokasi strategis ketika hendak membeli properti. Untuk itu, pengembang sering mencantumkan jarak tempuh yang kurang akurat demi menarik perhatian konsumen. Sebagai contoh, jika terdapat tulisan “Hanya 5 menit dari pintu tol”, maka Anda harus melakukan double check untuk memastikan kebenarannya.
Pelajari apakah daerah tersebut kerap mengalami kepadatan lalu lintas di jam-jam sibuk, atau selalu lengang dan lancar? Jika tidak memungkinkan untuk datang ke lokasi atau bertanya kepada warga lokal di sekitarnya, Anda juga bisa mengecek jarak dan waktu tempuh melalui Google Maps.



 TRP Tahap Awal Blok C
  1. Jangan Mudah Percaya
Sebagai salah satu alat pemasaran, brosur tidak menjelaskan banyak hal yang terperinci. Beberapa diantaranya ada yang mencantumkan promo atau gratis namun luput dari penjelasan syarat dan ketentuan.
Ilustrasi artistik juga tidak selalu persis dengan aslinya. Oleh karena itu, sebelum kecewa, ada baiknya Anda aktif bertanya kepada staf bagian pemasaran secara langsung. Jika tertera jaminan ROI (Return of Investment) atau kembali modal, Anda juga perlu meminta perhitungan yang rinci.